Productivity guilt adalah perasaan uneasy atau perasan bersalah ketika kamu menganggur atau bersantai, atau adanya keinginan untuk “I should do it more and more, and if you’re not doing anything you’ll feel lazy or unuseful”

Well, ngga semua orang bakal nge-judge kamu karena kamu santai, kadangkala memang kamu sudah terbiasa sibuk, jadi kalau kamu semisal punya 1 day’s off maybe you will want to do something productive. Contoh sederhananya adalah dengan aku nulis konten semacam ini, bagi sebagian orang kalian bakal merasa ini sebagai solusi untuk permasalahan kamu, tapi sebenarnya aku juga sedang berjuang mengatasi hal ini. Buat aku, nulis konten yang berkaitan dengan psikologi ini gampang-gampang susah, aku ngga mau kalau konten ini hanya sekedar ‘just a content or knowledge,’ tapi akan lebih baik ini bisa mbuat aku sebagai penulis merasa tertolong dengan menulis ini, maupun untuk kalian bagi kalian yang membaca tulisan ini. Mungkin saat kalian membaca konten ini, kalian bisa mulai introspeksi diri kalian, atau mungkin ‘nyentil’ kalian wkwkwkkw
Ini udah aku rangkumin hal-hal yang dapat kalian lakukan untuk mengantisipasi Productivity Guilt ini..
Let’s get started!
Accept Yourself First

Di dunia ini tidak ada yang sempurna, kalian memiliki keunikan masing-masing. Kadang kalian nerima ocehan orang-orang lain yang mungkin terdengar ‘nyindir’ kalian.
The first thing that you need to do, when you heard about that, “Try to be selective”
Untuk kalian yang mudah tersindir, coba tanyakan ini ke diri kalian:
Apakah orang yang nge-judge kalian sudah mengerti kalian dengan betul? Atau adakah yang bisa dibanggakan dari kehidupan mereka? kalau mereka cuma omdo (omong doang), ya jangan didengerin wkwkwkw
Ingat! “Kesehatan mental kalian jauh lebih penting daripada dengerin cuitan-cuitan orang”
Kok jadi melenceng kesini sih? wkkwkw Back to topic (mau aku hapus, tapi kok kayaknya penting juga buat kalian, jadi ya sudahlah)
“There’s always a gap between how we see ourselves and how we would like to be” – Scott Young

Don’t judge yourself, kamu yang paling tahu mengenai diri kamu, tidak semua orang tahu tentang hasil kerja atau proses yang kamu lalui, jadi juga jangan berharap orang lain mengerti atau bersimpati denganmu. Jadi untuk memiliki waktu khusus untuk bersantai juga adalah hal yang wajar.. Jangan terlalu overwork nanti kalian bisa jenuh :)Tapi juga jangan berhenti berproses dan berprogres, kamu hanya bakal berhenti berproses dan belajar ketika kamu sudah meninggalkan dunia ini. Take 1 miles further, pahami proses yang kamu lakukan dan don’t comparing yourself with other people accomplishments..
“Each of us has our own life pattern and pace.”
Set your Priorities

Jangan buat list yang muluk-muluk, buat yang sederhana ajaa tapi kamu pikir bakal excited waktu ngerjainnya. Tulis 20 hal yang ingin kamu dan bisa kamu lakukan, terus urutin dari 1-20 mana yang paling penting dan ngga bikin kamu stress waktu ngerjainnya. Setelah buat list, lalu buat time-line.. Jangan tergesa-gesa tapi juga jangan terlalu santai wwkwk (normal pace)
Don’t Rush and Be Kind to Yourself

Set your own pace. Each one of you must aware of your deadlines and limitations of doing something. Time management is an important skill you can learn in the process.
Be grateful if you willing to do something (your effort), tidak semua yang kamu anggap sebagai prioritas adalah prioritas yang sesungguhnya.
“Managing yourself is managing your time,” by Cirbus
Realize the Differences between Reality and Expectations

Just handle what you’re capable ! Jangan memaksakan untuk menjadi seperti yang kamu ekspetasikan secepat itu.
“Be kind to yourself. It is great to work hard at times,
but if you do that all the time, you’ll burn out”
Sarah Young
Everything needs to be balanced. Busy doesn’t mean productive. Know when to start and stop. 🙂
Sibuk adalah keadaan kita di paksa dan disuruh untuk mengerjakan sesuatu, sedangkan productivity adalah keadaan yang memperbolehkan kita untuk menyelesaikan hal-hal yang seharusnya kita selesaikan untuk mencapai goal tertentu. Sometimes busy is one of the process that included in being productive.
Supportive Atmosphere

Dengan kata lain, kalian bisa mulai mencari environment atau situasi lingkungan yang ingin kamu miliki, saat kamu mengerjakan tugas tertentu. Hal ini bisa melancarkan kreativitas dan mengembangkan produktivitas kamu. Terkadang lokasi kamu memulai sesuatu bisa mempengaruhi kinerja kamu. So, make sure you choose well !
Ini nggak mesti tentang tempat aja, bisa aja kalian sambil ndengerin lagu, meneguk secangkir minuman favorit kalian, habis melihat film tertentu that can boost your inspiration? Who knows?!
Realize that “Wasting Time” is also PRODUCTIVE

Terkadang ide terbaik muncul saat kita bersantai, ini juga bisa meningkatkan kinerja, mood dan bisa memperbaiki cara hidup kita? Kita tidak bisa memaksakan kapan kita akan mendapat inspirasi, yang dapat kita lakukan adalah membiarkan semua terjadi secara tidak sengaja atau spontan.
Don’t forget to Celebrate Small Wins

If you’re working on a specific goal, problems keep popping up, and sometimes you will feel it impossible to achieve your goal and be discouraged. After that happens, the brain can transform it into negative thinking. That’s why you need to make slightly detailed plans to achieve that goal, and after you break down the plans, there must be several things that you can accomplish. When that time happens, you should treat yourself or praise yourself. Nanti di post selanjutnya aku bakal tulis tentang pentingnya Celebrate Small Wins.
-Y-
References :
http://www.wellandgood.com
http://www.scotthyoung.com

Leave a comment