
Dua tahun belakangan ini, tepatnya dengan terjadinya pandemi ini bisa dibilang sebagai titik balik dari dunia bisnis.
Kok bisa? Ya karena, dengan adanya pandemi, membuat banyak perusahaan dan bisnis berlomba-lomba untuk mengubah konsep mereka, yang awalnya hanya menyediakan toko fisik, menyediakan produk atau jasa yang terbatas, menjadi mulai memperluas variasi produk, kegiatan distribusi, hingga menerapkan strategi online marketing dsb.
Hal ini tentunya tidak hanya berdampak bagi bisnis-bisnis yang sudah eksis, tetapi juga memberikan dampak bagi usaha atau bisnis baru, bahkan usaha-usaha yang sedang dalam proses masuk ke pasaran.
Itu dampak bagi pelaku bisnis, gimana kalau dari sisi konsumen atau penikmat hasil seperti kita?
Era digital ini memberikan kita kemudahan dan menawarkan berbagai macam pilihan, mulai dari memenuhi kebutuhan sehari-hari, memuaskan keinginan yang berkedok sebagai kebutuhan, hingga menyediakan pilihan-pilihan yang dapat menyejahterakan kita yang terkait dengan keuangan.
Walaupun kita berhubungan sangat erat dengan teknologi, namun itu masih belum sebanding dengan jumlah kaum-kaum yang melek finansial. Intinya, orang yang bergaul erat dengan teknologi belum tentu melek secara finansial.
Maka dari itu, lewat konten ini, aku ingin mengajak kamu untuk belajar bareng untuk memanfaatkan teknologi secara lebih bijak. Alih-alih menganggap teknologi sebagai ancaman, yuk sama-sama memanfaatkannya sebagai peluang untuk menjadi orang yang dapat mengatur keuangan kita, menjadi melek secara finansial, dan yang paling penting untuk mewujudkan “anti miskin di hari tua dan anti garing di tanggal tua.”
Yuk kita mulai! Aku akan memberimu beberapa tips untuk kaum yang bener-bener pemula.
Miliki Mindset MAU berkomitmen
untuk melakukan perencanaan dan review keuanganmu secara berkala.
EDUKASI DIRIMU terlebih dahulu
Cari tahu instrument investasi apa aja yang kiranya kamu minati, catat profil risikonya dan bandingkan.
Jangan investasi secara buta, cari tahu kedok penipuannya.
Kamu harus tahu, dimana kamu bakal menempatkan asetmu.
CEK STatus keuanganmu saat ini
Buat rekap yang menjabarkan jumlah pengeluaranmu, asset yang kamu miliki, dan berapa jumlah asset yang ingin kamu capai (beserta jangka waktunya) atau kamu kalau bingung mau menghitung dari mana, aku saranin kamu kunjungi situs ini:
Klik link ini
Buat distribusi keuanganmu
Jangan mengorbankan kebutuhan pokokmu untuk investasi, investasilah dengan uang dingin (uang yang memang kamu sisihkan untuk investasi).
waspadai latte factor-mu dan berusahalah untuk memangkasnya

Latte factor adalah sesuatu yang kamu beli hampir tiap hari, dan ini bukan merupakan kebutuhan utama, namun kamu menjadikannya sebagai kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan gaya hidupmu).
Lama kelamaan, kamu bakal menjadi “bokek” kalau kamu terus-terusan menghabiskan ‘uang kamu yang terbatas’ untuk Latte Factor ini.
Kamu bisa mencoba “kalkulator simulasi Latte Effect” di link di bawah ini:
Simulasi Latte Effect (Klik link ini)
Nah kalau kamu sudah rutin dan kebiasaan baru sudah terbentuk, kamu bisa melanjutkan dengan menerapkan strategi-strategi berikut:
Miliki target dan berinvestasilah untuk jangka panjang
Pikir beberapa kali saat kamu mau memutuskan untuk membeli sebuah produk diluar kebutuhan pokokmu.
3 basket
Menurut buku Smart Women Finish Rich yang ditulis oleh David Bach, ada 3 keranjang (basket) yang harus kamu penuhi, untuk menjamin keamanan finansial kamu :
Security Basket
- Emergency Fund / Dana darurat
Biasanya besarannya pengeluaran bulanan x 6 bulan (tapi ini bersifat fleksibel, jadi kamu nggak perlu ngikutin dikali 6).
Keuntungan memiliki dana darurat adalah untuk mengantisipasi ketidakpastian kejadian di masa depan, seperti pandemi ini, atau tiba-tiba ada yang sakit, kehilangan pekerjaan, sehingga kamu tidak perlu sampai berhutang sana-sini untuk memenuhi kebutuhanmu.
- Asuransi kesehatan dan Jiwa
Jika kamu memiliki tanggungan akan lebih baik memiliki asuransi jiwa.
Jika masih belum memiliki tanggungan, kamu bisa berfokus pada asuransi kesehatan.
Retirement Basket
Perencanaan pensiun juga merupakan hal yang penting. Jangan hanya mengandalkan hasil pensiunan dari perusahaan tempat kamu bekerja. Untuk mempermatang perencanaan keuanganmu, kamu bisa memakai kalkulator di link dibawah ini:
Dream Basket
Setelah mengamankan keuangan untuk masa yang akan datang, jika kamu masih memiliki dana lebih, kamu bisa menginvestasikannya untuk hal-hal yang berkaitan dengan mimpimu. Kamu bisa memulainya dengan mengkategorikannya, mana yang bisa dicapai dengan effort yang lebih sedikit hingga ke yang paling banyak.
Setelah mengamankan keuangan untuk masa yang akan datang, jika kamu masih memiliki dana lebih, kamu bisa menginvestasikannya untuk hal-hal yang berkaitan dengan mimpimu. Kamu bisa memulainya dengan mengkategorikannya, mana yang bisa dicapai dengan effort yang lebih sedikit hingga ke yang paling banyak.
Dana Pendidikan / Education Fund
Ini tidak termasuk dalam 3 keranjang (basket) utama, namun ini juga tidak kalah penting.
Bagi kamu yang belum memiliki tanggungan dan yang berencana untuk memilikinya, akan lebih baik, jika kamu memiliki dana yang bisa dialokasikan untuk dana pendidikan anakmu kelak.
Seperti yang kalian ketahui, untuk menyekolahkan anak mulai dari TK hingga mendapatkan gelar membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jika kamu sudah mempersiapkannya mulai sekarang, kamu nggak sampai gupuh, jika saatnya tiba.

Gimana? Sudah cukup pusing dengan ilmu hari ini? Semoga nggak sampai enek mbacanya.. 😅
Aku berharap konten ini bermanfaat buat kamu, nggak hanya untuk mengedukasi, tapi juga untuk membantumu merencanakan keuanganmu di masa mendatang.
Itu aja yang ingin aku bagikan di artikel kali ini. Sampai jumpa di artikel-artikel selanjutnya..
Referensi:
https://www.kompasiana.com/gustikeno/62a32bedfca4e42ec9749072/melek-finansial-pentingnya-literasi-keuangan-bagi-anak-muda
https://www.jawapos.com/ekonomi/13/12/2021/pengertian-melek-finansial-7-tips-ampuh-mewujudkannya/
https://www.qubisa.com/microlearning/pentingnya-melek-literasi-keuangan

Leave a comment